Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 22 Oktober 2012

Perkembangan Studi Islam di Dunia Muslim



Pada periode madinah sampai 4 H, fase pertama pendidikan islam dilakukan di masji-masjid dan rumah-rumah, dengan cirri hafalan, tetapi sudah dikenalkan logika, matematika dan ilmu alam. Pada masa khalifah ‘Abbasyiah sekitar abad ke 5 h, sekolah-sekolah didirikan dikota danmenempati gedung-gedung besar, matakuliahnyapun bergeser dari yang bersifat spiritual ke yang bersifat intelektual, ilmu alam dan ilmu social.
Berdirinya system madrasah, menjadi titik balik kejayaan, karena dibiayai dan diprakarsai Negara, madrasah dijadikan alat untuk mempertahankan doktrin-doktrin terutama kerajaan Fatimah di Kairo.
Sekitar tahun 1085-1111 M,  merupakan awal pemisahan ilmu agama dan ilmu umum. Menurut Al-Ghazali menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim, sementara menuntut ilmu umum wajib kifayah.
Beberapa kota yang menjadi pusat kajian Islam yaitu Nisyapur, Baghdad, Kairo, Damaskus dan Yerussalem. Namun terjadi perbedaan pendapat mengenai kapaan madrasah pertama kali didirikan. Menurut Azumardi, Madrasah Nizham al-Mulk merupakan madrasah yang pertama kali. Didirikan oleh Wazzir Nizhamiyyah tahun 1064 M. Tetapi menurut Richard Bullet tahun 1009 M sudah ada madrasah al-Bayhaqiyyah yang didirikan oleh abu Hasan ‘Ali al-Bayhaqiyyah. Naji Ma’ruf juga mengatakan bahwa di Khurasan terdapat 165 madrasah sebelum kemunculan madrasah Nizhamiyah.
Berikut ini sejarah singkat empat perguruan tinggi tertua di dunia muslim, yakni:

Nisyapur
Perguruan tinggi Nizhamiyah Nisyapur, dibangun sekitar tahun 440 H/1050 M oleh Nizham al-Mulk untuk al-Juwayni. Al-Juwayni menjadi guru besar selama tiga periode. Terdapat empat unsure pokok dalam lembaga ini yaitu:
Mudarris (guru besar) bertanggung jawab pada pengajaran di lembaga pendidikan
Muqri’ (ahli al-Qur’an) mengajar al-Qur’an di masjid
Muhadits (ahli hadits) yaitu mengajar hadits pada lembaga ini
Bait al Maktub ( pustakawan) bertanggung jawab terhadap perpustakaan dan mengajar bahasa.

Tokoh yang pernah menjadi staf disini antara lain:
Mudarris: al-Juwyni, Abu al-Qasim, al-Ghazali, al-Kiya al-Harasi dan Abu Sa’id
Muqri’: Abu al-Qasim al-Hudzali dan Abu Naysr al-Ramsyi
Muhadits: Abu Muhammad al-Samarkandi
Pustakawan: Abu ‘Amir al-Jurjuni

Baghdad
Tahun 455H/1063M dibangun perguruan tinggi Nizhamiyah di Baghdad, yang dilengkapi dengan perpustakaan yang terpandang kaya raya yaitu Bait al-Hikmat. Perpustakaan ini di bangun oleh Khalif Al-Makmun sekitar tahun 813-833 M. Abu Hamid al-Ghazali atau yang sering disebut Imam Ghazali pernah mengajar disini  sekitar tahun 1058-1111 M.
Perguruan tinggi ini hanya hidup selama dua abad, dan hancur akibat penyerbuan bangsa Mongol dibawah pipmpinan Hulagu Khan tahun 1258 M.

Perguruan Tinggi Al-Azhar di Kairo Mesir
Dibangun oleh Panglima Besar Jauhari al-Siqli dari Daulat Fahtimah pada tahun 362 H/ 972 M. Dan menggunakan kurikulum ajaran sekte Syiah. Khalif Al-Hakim Biamrillah (996-1020 M)  membangun perpustakaan terbesar di Al-Qahirah yang juga diberi nama Bait-al-Hikmat.
Daulat Fathimiah ditumbangkan oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi pada tahun 567 H/1171 M, yang kemudian mendirikan Daulat al-Ayyubiah (1171-1269 M) dan menyatakan tunduk kembali kepada Daulat Abbasiyah di Baghdad. Hal ini menyebabkan kurikulum di Al-Azhar mengalami perubahan dari aliran Syiah ke aliran Sunni.
Universitas al-Azhar dapat dibedakan menjadi dua periode: Periode pertama sebelum tahun 1961 fakultas yang ada sama dengan fakultas di IAIN, sedangkan periode kedua setelah tahun 1961, di fakultas ini diselenggarakan fakultas umum disamping fakultas agama.
Perguruan Tinggi Cordova
Ditangan daulat Umayyah semenanjung Lyberia merupakan daerah yang minus, dan  berubah menjadi daerah yang makmur dan kaya raya. Sehingga pada masa-masa berikutnya, Cordova berubah menjadi pusat ilmu dan kebudayaan yang terkenal sepanjang Zaman Tengah. The Historians history of the World, menulis tentang perikeadaan pada masa pemerintahan Amir Abdurrahman I sebagai berikut: demikian tulis buku sejarah terbesar tersebut tentang perikeadaan Andalusia waktu itu yang merupakan pusat intelektual di Eropa dan dikagumi kemakmurannya. Sejarah mencatat, sebagai contoh, bahwa Aelhoud dari Bath (Inggris) belajar ke Cordova pada tahun 1120 M, dan pelajaran yang dutuntutnya ialah geometri, algebra (aljabar), matematik. Gerard dari Cremonia belajar ke Toledo seperti halnya Adelhoud ke Cordova. Begitu pula tokoh-tokoh lainnya.
Perguruan Tinggi Kairwan
Perguruan tinggi ini terletak di kota Fez (Afrika Barat) yang dibangun oleh putri seorang sudagar hartawan pada tahun 859 M. Pada tahun 305 H (918 M) perguruan tinggi ini diserahkan kepada pemerintah dan di jadikan perguruan tinggi resmi. Perguruan Tinggi Kairwan masih ada sampai saat ini.  Ilmuwan yang pernah menjadi mahaguru disini antara lain Ibnu Thufail (1106-1185 M) dan Ibnu Rushd (1126-1198 M).

Penyebab utama kemunduran dunia muslim khususnya di bidang ilmu pengetahuan adalah terpecahnya kekuatan politik yang digoyang tentara bayaran Turki. Kemudian dalam kondisi demikian datang musuh dengan membawa bendera perang salib. Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan ketika itu dihancurkan Hulaghu Khan 1258 M. Pusat-pusat studi termasuk yang dihancurkan Hulaghu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar